Wednesday, April 1, 2015

Faith

Sakit. Tapi, apalah dayaku? Aku hanya sahabatnya. Dan aku adalah seorang gadis yang tidak memiliki kelebihan khusus seperti mantan-mantannya yang sebelumnya.

Di mataku, dia adalah sosok sempurna yang mampu membuatku merasakan bahagia ditengah pahitnya hidup. Sosok sempurna yang selalu siap ada untukku. Aku mengaguminya sejak pertama bertemu. Tidak permah terpikir olehku kalau aku akan menjadi sahabatnya. Statusku sekarang lebih tepat disebut 'terjebak friendzone'. Kata yang sekarang sangat familiar disematkan kepada seorang sahabat yang sudah terlibat permainan hati dengan sahabatnya tanpa tahu apakah sahabatnya juga menyimpan perasaan yang sama.

Seleranya yang tinggi membuatku tidak berani berharap dia akan melirikku lebih dari sahabat. Aku hanya seorang gadis yang tidak mengerti bagaimana menjadi seorang gadis sesungguhnya yang anggun menawan dengan tutur yang lbut dan menyenangkan lawan bicaranya. Aku tidak mengerti bagaimana menjadi gadis idaman pria.

Hari ini, tepat 6 bulan aku bertahan dalam status friendzone yang kubenci. Bersamaan dengan itu, hari ini dia menyatakan perasaannya pada seorang gadis cantik dilapangan sekolah dengan bermodalkan sebuah gitar dan lagu kesukaanku yang sering dia mainkan untukku jika bertandang kerumah. Bodohnya lagi, aku mau menjadi orang yang membantunya untuk menyatakan perasaannya pada gadis itu. Aku mau menjadi 'bakul' curahan hatinya saat dia mengejar gadis itu. Aku mau menjadi seseorang yang berguna baginya walaupun hati kecilku ini sudah tidak berbentuk akibat luka yang secara tidak langsung dia torehkan dengan manis.

Apakah kamu akan melihatku sebagaimana aku melihatmu? Apa keyakinan ini cukup besar untuk membuatku bertahan saat melihatmu bersama gadis lain? 

Entahlah.

No comments:

Post a Comment