Padahal, aku sendiri masih memiliki impian yang ingin kugapai. Aku masih menginginkan untuk mencari pasangan hidup yang sesuai dengan kriteria yang telah kubuat sejak dahulu.
Ya, ya. Aku tahu tidak ada pria sempurnah di dunia ini. Tidak ada manusia yang sempurna lebih tepatnya. Tapi apakah kalau aku berharap tentang pria sempurna dimataku salah? Kurasa tidak. Dan jujur saja, saat itu aku berharap sekali ada seorang pangeran berkuda putih yang datang meminangku seperti film-film buatan Disney.
Sekarang, disinilah aku. Pria yang berada dihadapanku memang bukanlah pria idaman yang selalu bisa memberikan kebahagiaan. Dia tidak sempurna. Dia tidak seperti apa yang kuperkirakan saat waktu aku masih berangan-angan tentang suami sempurna atau idaman. Tapi, dia mampu membuatku mengenal akan artinya cinta dalat diraih dengan belajar.
Dia bukan suami sempurna. Terkadang kami masih berselisih paham akan masalah-masalah kecil. Tapi jika ditanya sekarang, bagaimanakah suami idamanmu nanti yang akan kamu nikahi?
Jawabannya adalah suami yang sedang bersamaku dan memelukku erat dari belakang sekarang.