Kenapa gue kasih judul begitu? Karena kalau kalian udah pernah menjajakan kaki dan mata kalian disini, kalian bakal nemuin pertemuan antara hutan belantara yang penuh dengan pepohonan (mostly Pinus) dan kota Bandung (nearest Dago) dalam satu lirikan mata.
Tebing Keraton, tempat wisata alam yang baru saja nge-hits di bulan Mei 2014 dan seketika jadi primadona bagi para pelancong yang berpergian ke Bandung untuk mencicipi bagaimana indahnya pemandangan dari tebing ini. Letaknya di Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda, Dago Pakar. It's not hard to find this place. Banyak rambu yang bakal nuntun kalian buat sampai ke Tebing Keraton atau Taman Hutan Raya-nya sendiri. Jalanan untuk mencapai ke tempat ini mostly udah bagus, beraspal, mulus. Tapi kalau udah deket-deket ke pintu masuk Tebing Keraton ini, jalanannya sempit abis, cuma muat satu mobil, kirinya jurang yang penuh dengan kebun sayuran warga dan kanannya parit kering yang bisa buat ban mobil jeblos ke dalemnya. Selain sempit, jalanannya juga rusak, berlubang dan berbatu. Kalau berpapasan sama mobil lain, alamat kalian harus mengalah, meminggirkan mobil kalian tapi juga harus hati-hati agar nggak masuk ke parit atau yang paling parah ke jurang.
Pas gue kesini sih gue pergi siang, gak mampu bangun pagi karena malemnya gue keliaran di Lembang dan Setiabudi. Actually, gue awalnya planning mau pergi pas tanggal 1 Januari, tapi ternyata kejadian nggak bisa bangun terjadi, akibat ikut New Year's Eve Party di hotel. Tempat ini emang paling bagus pergi di jam-jam sunrise gitu, karena kabut a la pegunungan masih menyelimuti pemandangan dibarengi sama semburat kuning-oranye dari arah timur tebing. What a perfect combination.
Kalau ke sini, siapin tongsis juga jangan lupa. Terus, pastikan hape atau kamera dalam keadaan full battery, karena kalian nggak bakal puas kalau cuma mandangin pemandangannya doang.
Pemandangan hijau-hijau dengan sungai yang mengalir cukup deras dibawah sana, tebing berbatu, lembah, intinya kalian bakal takjub sama tempat ini. Perjalanan yang berat jadi worth it pas kalian ngeliat dan ngerasain sejuknya angin yang berhembus disini. Tapi kalau yang nggak kuat dingin, gue saranin bawa sweater atau jaket atau coat deh. Tebingnya sendiri sekarang udah dibatasi sama pembatas dari semen sama kayu gitu, jalanan yang diatas tebingnya juga udah di monoblok, bukan jalan tanah berbatu lagi, terus juga dari pintu masuk tempat bayar tiket sampai ke tebingnya sendiri juga udah dibuat jalan setapak biar kita nggak perlu nginjak tanah merah.
Biaya buat masuk ke sini itu 11.000 buat wisatawan domestik dan 76.000 buat mancanegara. Parah emang harganya, timpang dan terlalu memanfaatkan situasi banget. Kalau ke sini, pastikan juga yang nyetir itu handal, tanjakkannya agak curam dibarengi sama jalanan berbatu dan berlubang, dan isi bensin dulu sebelum ke sini karena letaknya terpelosok gitu. Jangan mencoba jalan di malam hari karena bakal gelap banget. Lagian Tebing Keraton ini cuma buka sampai jam 6 sore.
Tebing Keraton bisa diakses dari mana aja kok, Lembang, Kota Bandung, Padasuka dan lain-lain. Tapi orang-orang kebanyakan akses dari Lembang sama Pusat Kota Bandung atau Dago.
Mungkin ini sedikit foto yang bisa gue ambil dari Tebing Keraton



